Menjadi Orang Yang Peka

January 10, 2008, Posted by glowfc



Kis.17:16-21

PENDAHULUAN

Jika hidup kekristenan kita tidak peka maka kita mudah di ombang-ambingkan oleh pengaruh zaman ini. Sementara Paulus berada di kota atena Paulus sangat sedih hatinya karena melihat kota itu penuh dengan patung berhala. Dalam terjemahan King James kata sangat sedih hatinya diterjemahkan his spirit was stirred in him. Artinya rohnya bergejolak atau dengan kata lain rohnya tidak bisa menerima. Kesedihan yang dimaksud berbeda dengan kesedihan biasanya. Mengapa berbeda karena jika kita bicara kesedihan biasanya menyangkut hal suka atau tidak suka, senang atau tidak senang tetapi ini menyangkut ada sesuatu yang berbeda dalam rohnya sehingga membuat rohnya bergejolak, ini yang dinamakan kepekaan.
PENJELASAN

Ada banyak orang tidak memiliki kepekaan dalam kehidupannya. Mengapa karena hidupnya self center Christian. apa artinya, yaitu hidupnya hanya mementingkan berkat. Hidup kekristenan itu memiliki tanggung jawab.

ab00004.jpg
Email This Post Email This Post
Cetak Artikel Ini Cetak Artikel Ini

Paulus sedih karena kepekaan bukan karena apa yang ia alami atau karena yang ia rasakan. Bicara dalam kepekaan kita harus peka dalam beberapa hal :

Peka dalam mendengar suara Tuhan. Ada banyak pandangan mengenai suara Tuhan kapan Tuhan bicara kepada kita ? Tuhan bisa bicara ketika pendeta berkotbah, Tuhan bisa bicara melalu mimpi, Tuhan bisa bicara ketika kita sedang share dengan keluarga atau kawan kita dalam hal ini kita ada pada satu kesimpulan yang terpenting bukan suara Tuhan seperti apa atau melalui apa Tuhan bicara namun yang terpenting kita tahu bahwa Tuhan sedang berbicara kepada kita yaitu ketika roh kita bergejolak.

Peka ketika Tuhan menghendaki atau Tuhan melarang sesuatu.

Kepekaan dalam kebutuhan orang lain.

Pertanyaannya Bagaimana kita dapat hidup dalam kepekaan ?

  1. Kepekaan datang dari kedekatan hubungan kita dengan Tuhan (Yak.4:8).
  2. Kepekaan datang dari bersihnya hati (Yeh.18:31).
  3. Kepekaan datang dari penyerahan diri total (Rm.12:1).
  4. Kepekaan datang dari kesiapan untuk berkorban (2 Kor.12:15).

KESIMPULAN

Dalam zaman seperti ini kita harus hidup dalam kepekaan roh, mengapa ? agar kita tidak terpengaruh oleh dunia yang jahat ini. Dunia ini terlalu membingungkan, dunia ini terlalu keras tetapi orang yang memiliki kepekaan dia akan melihat kemenangan setiap hari. Haleluya, amin.

This site uses a Hackadelic PlugIn, Hackadelic SEO Table Of Contents 1.6.0.