Mengalami Sepenuhnya Janji-Janji Allah
November 10, 2009, Posted by glowfc
Ulangan 28:1-14 & Matius 6:33
Pendahuluan
Banyak ungkapan yang mengatakan, ”Seandainya saya mengerti kebenaran ini sejak dulu, maka hidup saya tidak akan seperti saat ini. Seandainya saya tahu sejak dulu…..!” Bermacam-macam kata seandainya seringkali muncul dalam kehidupan kita. Mungkin kitapun sempat berpikir, ”Apakah mungkin kita dapat mengalami sepenuhnya janji-janji Allah?”
Kita tidak bisa mengulang/kembali ke masa lalu dan mengubahnya. Tetapi kita dapat belajar dari masa lalu mengenai kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan. Kesadaran kita untuk belajar dari masa lalu serta keputusan dan kemauan kita dalam hal ini, sangat mempengaruhi kehidupan kita di hari ini dan di hari depan. Siapakah kita dan apa yang akan kita alami hari ini dan esok, sangat bergantung dengan sikap kita pada hari ini.
Tuhan menciptakan kita berharga dan mulia. Bahkan kita diciptakan-Nya segambar dan serupa dengan-Nya. Tetapi ketika manusia jatuh ke dalam dosa, gambaran Allah mengenai manusia menjadi rusak. Sehingga janji-janji-Nya atas manusia tidak dapat dialami sepenuhnya. Dosa menjadi penghalang hubungan Allah dengan manusia.
Tetapi karena Allah mengasihi kita, maka Dia mengutus Yesus. Sehingga segala kelemahan dan kekurangan kita kembali disempurnakan-Nya. Tentu Iblis tidak mau dan rela. Karena sebelumnya manusia ada dalam kuasanya. Iblis menawan pikiran manusia dan menyesatkannya. Itulah yang menghalang-halangi janji Tuhan untuk kita alami sepenuhnya. Karena itu, syukur kepada Tuhan karena kasih-Nya, maka kita memperoleh kepastian untuk mengalami sepenuhnya janji-janji-Nya.
Uraian
![]() |
Email This Post |
Cetak Artikel Ini |
Bagaimana mengalami sepenuhnya janji-janji Allah?
- Baik-baik mendengarkan Suara Tuhan, Allahmu (Ulangan 28:1a)
Jika kita membaca Ulangan 28:1-14, maka sikap kita dalam mendengarkan suara/firman Tuhan akan mempengaruhi hidup kita hari ini dan ke depannya. Perhatikan hal berikut:- Siapkan hati sebaik-baiknya setiap kali kita akan mendengarkan Firman Tuhan. Jangan asal-asalan! Kita harus punya sikap hormat kepada-Nya. Karena sikap hati sangat mempengaruhi Tuhan untuk menyatakan janji-Nya bagi kita.
- Mendengarkan mengandung arti terus-menerus/kontinyu. Artinya, janji-jani Tuhan akan kita alami jika kita terus-menerus mendengar firman Tuhan. Ketika kita memiliki kesukaan untuk mendengarkan firman Tuhan, maka akan timbul iman dalam hidup kita. Jika kita memiliki iman, maka kita akan berkemenangan.
- Melakukan dengan setia segala perintah-Nya …. pada hari ini (Ulangan 28:1b)
Kita tidak pernah tahu hari esok. Karena itu Tuhan perintahkan kepada kita pada hari ini. Kita tidak boleh menunda-nunda untuk melakukan sesuatu, apalagi perintah-Nya. Tuhan tidak mau jika kita hanya mendengarkan saja, tetapi Tuhan mau lebih lagi yaitu agar kita melakukannya. Bahkan Tuhan menginginkan kesetiaan/konsistensi dalam melakukan perintah-Nya. Kenapa? Karena di balik semuanya ini, Tuhan ingin memberkati dan memenuhi segala janji-Nya bagi kita. Ketaatan kita pada hari ini, akan mempengaruhi apa yang akan kita alami pada hari ini. - Memiliki fokus hidup yang benar (Matius 6:33)
Fokus hidup kita yang benar bukanlah kepada berkat-berkat-Nya. Tetapi yang Tuhan inginkan adalah kepada kekekalan. Kekekalan yang Tuhan maksud adalah bersama Dia yang memerintah di dalam kerajaan yang tidak dapat digoncangkan dengan apapun yaitu kerajaan Allah dan kebenarannya. Karena ketika kita mengarahkan pandangan hidup kita kepada-Nya, maka janji Tuhan bagi kita, ”semuanya akan ditambahkan kepadamu”.Ketika kita mulai mengutamakan Tuhan dalam hidup kita, maka semuanya (damai sejahtera, berkat, janji-janji) akan memenuhi hidup kita. Bukan nanti ketika kita di Sorga. Tetapi kita akan alami selama kita ada di dunia ini bahkan sampai selama-lamanya.
Penutup
Keputusan kita pada hari ini akan mempengaruhi hidup kita hari ini dan esok. Apakah kita akan dipenuhi dengan janji-janji Allah atau tidak, sangat bergantung dari keputusan kita pada hari ini. Pertanyaannya adalah: ”Apakah kita mau Mengalami Sepenuhnya Janji-Janji Allah?”
Pelayan Firman: Pdt. Ronny Rompas




