Penderitaan Vs Kemuliaan

November 13, 2009, Posted by glowfc



Firman Tuhan: 2 Korintus 4:16-18



Pendahuluan

Ketika saya bertanya, “Apakah diantara saudara ada yang merasa menderita hari-hari ini?”. Diantara mereka ada yang bertanya balik, ”penderitaan yang bagaimana dulu?”. Memang penderitaan beraneka ragam, bahkan ada yang terus menerus, tetapi sebagai orang percaya, kita akan melihat Kemuliaan Allah yang dinyatakan dalam kehidupan kita melalui setiap persoalan atau penderitaan yang kita alami. Kita tidak perlu takut, ragu dan cemas karena Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang mengasihi Dia (Roma 8:28)



Penjelasan

Email This Post Email This Post
Cetak Artikel Ini Cetak Artikel Ini

Penderitaan adalah kesukaran, kesulitan, tantangan, masalah, persoalan dan pencobaan hidup yang dihadapi manusia. Mari kita belajar melalui tokoh-tokoh Alkitab:

  • Hana mengalami tekanan batin atau korban perasaan dari madunya, Penina,  disebabkan karena Hana tidak mempunyai anak. Tetapi yang luar biasa adalah, Hana percaya bahwa Allah sanggup membuka rahimnya yang mandul dan akhirnya Hana mendapatkan Samuel, bahkan Allah memberikan tiga orang anak laki-laki dan dua orang anak perempuan lagi.
  • Daud tidak masuk hitungan dalam audisi Raja Israel pengganti Saul, karena Isai ayahnya hanya menyodorkan kakak-kakaknya Daud. Tetapi, Tuhan melihat hati dan tidak melihat apa yang di depan mata. Terbukti, walaupun Daud dibuang oleh orang tuanya tetapi Tuhan mengangkat Daud sangat tinggi yakni menjadi Raja Israel yang kedua.
  • Yusuf mengalami aniaya dari saudara-saudaranya, dimasukkan ke dalam sumur bahkan dijual kepada saudagar-saudagar Midian, dan selanjutnya dijual kepada Potifar, seorang pegai istana Firaun. Selanjutnya, Yusuf harus masuk penjara padahal ia sama sekali tidak bersalah, tetapi lagi-lagi Tuhan tidak pernah mengingkari janjiNYA. Setelah melalui proses yang berliku, akhirnya Tuhan mengangkat Yusuf menjadi Perdana Menteri di Mesir
  • Daniel adalah seorang yang berpangkat dan sangat berhasil, tetapi banyak orang iri hati dan berusaha menghancurkan karier Daniel. Akhirnya dibuatlah surat peringatan yang menjebak Daniel dan terancam dimasukkan ke gua singa. Daniel juga seorang taat kepada Allah sehingga tidak takut sama sekali dengan ancaman apapun. Hasilnya, Daniel lolos dari gua singa dalam keadaan hidup dan mendapatkan posisi lebih tinggi lagi.
  • Pelajaran yang paling berharga kita jumpai dalam diri Yesus yang harus menghadapi penderitaan yang luar biasa demi keselamatan manusia. Yesus yang paling patut dimuliakan, disembah dan diagungkan selama-lamanya, karena Ia adalah Allah yang sangat bertanggung jawab dalam kehidupan kita.

Sedangkan Kemuliaan adalah Keagungan Kebesaran Allah dan Kasih Setia Allah setiap saat, serta Berkat ahli waris Kerajaan Sorga. Untuk mengalami Kemuliaan Allah, kita harus memiliki sikap:

  1. Tidak tawar hati (ayat 16)
    Maksudnya adalah kita harus sepenuhnya percaya terhadap janji-janji Tuhan. Kita pasti mendapatkan kekuatan yang baru sebab kita yang menanti-nantikan Tuhan seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya. Inilah yang dinamakan dengan manusia batiniah yang dibaharui dari sehari ke sehari.
  2. Penderitaan itu ringan (ayat 17)
    Kita tidak fokus kepada masalah tetapi fokus kepada Allah. Kita melihat Allah yang sanggup melakukan jauh lebih banyak dari yang kita doakan dan pikirkan. Hidup di dunia ini hanya sementara tetapi hidup yang kekal telah Allah karuniakan, sehingga walaupun ada penderitaan di dunia ini namun sesungguhnya kita dapat merasakan suasana sorga dan akan tetap bersama-sama dengan Allah selama-lamanya.
  3. Tidak memperhatikan yang kelihatan tetapi yang tidak kelihatan (ayat 18)
    Kalau hanya memperhatikan masalah dan semua tantangan yang terjadi tanpa melihat pertolongan Tuhan yang datang segera, pastilah hidup kita akan selalu menderita. Tuhan mengajarkan agar kita melihat bahwa berkat besar telah Allah sediakan dan kita tidak akan menderita lagi.



Penutup

Kita tidak akan pernah tega melihat anak-anak kita murung, menangis sampai meronta-ronta karena membutuhkan perhatian, pertolongan bahkan belaian orang tuanya. Apalagi Bapa di Surga, Dia selalu ingin hidup kita diberkati karena PengorbananNYA telah memberikan jaminan dan kepastian Berkat yang sempurna dan kekal. Haleluya…

Oleh: Pdt. David Jullen Kather, S. Th

This site uses a Hackadelic PlugIn, Hackadelic SEO Table Of Contents 1.6.0.