Rise up the standard
February 8, 2010, Posted by glowfc
Kita bersyukur dapat menjadi gereja Tuhan yang dipercayakan Tuhan dengan pengajaran -pengajaran yang membangun. Setelah minggu kita menyelidiki dan menggali tentang prajurit-prajurit Kristus, minggu ini saya mengupas tentang Stefanus, The Martyr dan minggu depan tentang Barnabas serta minggu berikutnya lagi, saya akan mengupas tentang Paulus. Setelah itu, di Minggu ketiga bulan Februari, kita akan memulai serial khotbah yang baru: RISE UP THE STANDART.
![]() |
Email This Post |
Cetak Artikel Ini |
Karena kita memang mengimani, 2010 ini adalah Tahun Kelimpahan, dimana setiap kita berhak untuk hidup dalam kelimpahan yang Tuhan sudah janjikan. Namun di tengah janji kelimpahan yang kita terima, otomatis ada tanggung jawab yang harus kita laksanakan dimana kita tidak bisa hidup, asal hidup saja. Kita harus meningkatkan kapasitas kehidupan kita, baik dalam sikap-sikap moral kita maupun tanggung jawab pribadi kita sehingga dalam segala segi kehidupan kita, kita bukan menjadi orang biasa dengan kebiasaan-kebiasaan kita mengharapkan hal-hal yang luar biasa.
Namun, kita menjadi orang biasa yang siap mengerjakan “lebih” dari kebiasaan kita, karena kita mengimani perkara-perkara yang luar biasa yang Kristus janjikan. Ibadah Raya Sabtu kita, yang diadakan di gereja kita di Thamrin Residences juga mulai semakin berkembang, dimana saya akan terus mengupas tentang janji-janji Tuhan. Karena bagi saya, sebagai Gembala Jemaat, pengenalan jemaat tentang janji-janji Tuhan adalah sesuatu yang sangat penting. Karena jika kita mengerti janji Tuhan dan hidup di dalamnya, maka iman kita sekalian akan menuntun kita masuk dalam kelimpahan yang Kristus janjikan.
Bulan Januari ini, memang menjadi bulan yang begitu berarti buat kita sekalian, karena kita sudah melihat sendiri bagaimana kesetiaan Tuhan dan kebaikan Tuhan bagi setiap kita, karena itu saya mengingatkan jemaat sekalian:
- Mari kita selalu menjaga kehidupan kita suci dan benar di hadapan Tuhan.
- Mari kita tetap menjaga sukacita dan damai di tengah keluarga.
- Mari kita makin semangat melayani Tuhan.
- Mari kita memberitakan Injil, dimanapun Tuhan tempatkan kita dalam komunitas dan kapasitas kita.
Doa saya menyertai jemaat sekalian, tetaplah bertumbuh dan maju dalam Kasih Yesus, Haleluya.




